Cara Menghitung Volume Besi Beton

Besi beton merupakan salah satu material utama dalam pekerjaan konstruksi bangunan. Material ini digunakan sebagai tulangan pada struktur beton bertulang, seperti fondasi, sloof, kolom, balok, pelat lantai, tangga, dan ring balok. Penggunaan besi beton bertujuan untuk meningkatkan kemampuan beton dalam menahan gaya tarik, karena beton pada dasarnya lebih kuat menerima tekanan dibandingkan tarikan.

Dalam perencanaan konstruksi, perhitungan kebutuhan besi beton harus dilakukan secara teliti. Kesalahan menghitung dapat menyebabkan kekurangan material ketika pekerjaan berlangsung atau justru pembelian berlebihan yang meningkatkan biaya pembangunan. Oleh karena itu, kita perlu memahami cara menghitung volume besi beton berdasarkan ukuran, panjang, jumlah batang, berat, dan bentuk pemasangannya.

Istilah volume besi beton dalam pekerjaan konstruksi sering kali tidak hanya merujuk pada satuan meter kubik. Dalam praktik penyusunan rencana anggaran biaya, kebutuhan besi umumnya dihitung dalam kilogram, ton, atau jumlah batang. Sementara itu, panjang tulangan biasanya dinyatakan dalam meter. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, kita harus menghitung total panjang besi terlebih dahulu, kemudian mengubahnya menjadi berat berdasarkan diameter besi yang digunakan.

cara menghitung volume besi beton
cara menghitung volume besi beton

Pengertian Besi Beton

Besi beton adalah baja berbentuk batang yang digunakan sebagai tulangan dalam konstruksi beton bertulang. Besi beton bekerja bersama beton untuk membentuk struktur yang kuat dan stabil. Beton berfungsi menahan gaya tekan, sedangkan besi beton membantu menahan gaya tarik, lentur, dan geser.

Secara umum, besi beton dibedakan menjadi dua jenis, yaitu besi beton polos dan besi beton ulir. Besi beton polos memiliki permukaan yang relatif halus dan biasanya digunakan untuk sengkang atau tulangan pengikat. Sementara itu, besi beton ulir memiliki permukaan berpola atau bersirip sehingga menghasilkan daya lekat yang lebih kuat dengan beton.

Ukuran besi beton ditentukan berdasarkan diameternya. Beberapa ukuran yang umum digunakan dalam pekerjaan bangunan adalah diameter 6 mm, 8 mm, 10 mm, 12 mm, 13 mm, 16 mm, 19 mm, dan 22 mm. Pemilihan diameter harus mengikuti gambar struktur dan hasil perhitungan teknis dari perencana.

Mengapa Kebutuhan Besi Beton Harus Dihitung?

Perhitungan kebutuhan besi beton penting karena berkaitan langsung dengan kekuatan struktur dan efisiensi anggaran. Apabila jumlah besi yang dipasang lebih sedikit dari kebutuhan desain, kekuatan struktur dapat berkurang. Sebaliknya, apabila pembelian besi terlalu banyak, biaya material menjadi tidak efisien dan menghasilkan sisa yang tidak terpakai.

Dengan perhitungan yang benar, kita dapat memperkirakan jumlah batang yang harus dibeli, berat total besi, biaya pengadaan, kebutuhan pengangkutan, dan jumlah sisa pemotongan. Perhitungan juga membantu pelaksana lapangan mengatur proses pemotongan dan pembengkokan besi agar material dapat digunakan secara optimal.

Satuan dalam Perhitungan Besi Beton

Sebelum menghitung, kita perlu memahami beberapa satuan yang sering digunakan. Panjang besi dihitung dalam meter, sedangkan berat besi dihitung dalam kilogram atau ton. Besi beton yang dijual di pasaran umumnya memiliki panjang standar 12 meter per batang, walaupun pada kondisi tertentu tersedia ukuran lain.

Dalam dokumen anggaran, pekerjaan pembesian biasanya dihitung menggunakan satuan kilogram. Oleh sebab itu, total panjang besi harus dikonversi menjadi berat. Konversi tersebut dilakukan menggunakan berat besi per meter berdasarkan diameter batang.

Rumus Berat Besi Beton per Meter

Rumus praktis untuk menghitung berat besi beton per meter adalah:

Berat besi per meter = diameter² ÷ 162

Diameter besi dimasukkan dalam satuan milimeter, sedangkan hasil perhitungan dinyatakan dalam kilogram per meter.

Sebagai contoh, kita akan menghitung berat besi diameter 10 mm.

Berat per meter:

10² ÷ 162 = 100 ÷ 162 = 0,617 kg/m

Dengan demikian, berat besi diameter 10 mm adalah sekitar 0,617 kilogram per meter.

Apabila panjang satu batang besi adalah 12 meter, berat satu batangnya dapat dihitung sebagai berikut:

0,617 × 12 = 7,404 kg

Jadi, berat satu batang besi diameter 10 mm dengan panjang 12 meter adalah sekitar 7,40 kilogram.

Tabel Berat Besi Beton

Berikut perkiraan berat beberapa ukuran besi beton yang umum digunakan:

Diameter BesiBerat per MeterBerat per Batang 12 Meter
6 mm0,222 kg2,664 kg
8 mm0,395 kg4,740 kg
10 mm0,617 kg7,404 kg
12 mm0,889 kg10,668 kg
13 mm1,043 kg12,516 kg
16 mm1,580 kg18,960 kg
19 mm2,228 kg26,736 kg
22 mm2,988 kg35,856 kg
25 mm3,858 kg46,296 kg

Angka dalam tabel bersifat teoritis. Berat aktual besi di lapangan dapat sedikit berbeda karena toleransi produksi dan kondisi material.

Cara Menghitung Volume Besi Beton Berdasarkan Panjang

Langkah dasar menghitung kebutuhan besi adalah menentukan jumlah batang tulangan, panjang setiap batang, dan diameter besi. Rumus yang dapat digunakan adalah:

Total panjang besi = jumlah batang × panjang setiap batang

Setelah total panjang diperoleh, berat total dihitung menggunakan rumus:

Berat total besi = total panjang × berat besi per meter

Sebagai contoh, sebuah pekerjaan membutuhkan 20 batang tulangan dengan panjang masing-masing 4 meter. Besi yang digunakan berdiameter 12 mm.

Total panjang besi:

20 × 4 = 80 meter

Berat besi diameter 12 mm adalah sekitar 0,889 kg/m. Maka berat totalnya:

80 × 0,889 = 71,12 kg

Jadi, kebutuhan besi diameter 12 mm pada pekerjaan tersebut adalah sekitar 71,12 kilogram.

Untuk mengetahui jumlah batang besi standar 12 meter yang harus dibeli, kita dapat menggunakan rumus:

80 ÷ 12 = 6,67 batang

Karena besi tidak dapat dibeli dalam bentuk pecahan batang, jumlah tersebut dibulatkan menjadi 7 batang.

Cara Menghitung Besi Tulangan Sloof

Sloof merupakan balok beton bertulang yang berada di atas fondasi. Komponen ini berfungsi mengikat struktur bangunan dan mendistribusikan beban dinding ke fondasi.

Misalnya, kita akan membuat sloof sepanjang 20 meter dengan 4 batang tulangan utama diameter 12 mm. Sengkang menggunakan besi diameter 8 mm dengan jarak pemasangan 15 cm. Ukuran sloof adalah 15 cm × 20 cm.

Menghitung tulangan utama

Total panjang tulangan utama:

20 × 4 = 80 meter

Berat tulangan utama:

80 × 0,889 = 71,12 kg

Menghitung jumlah sengkang

Jarak sengkang 15 cm harus diubah menjadi meter, yaitu 0,15 meter.

Jumlah sengkang:

20 ÷ 0,15 = 133,33

Hasil tersebut dibulatkan menjadi 134 buah sengkang.

Jika satu sengkang membutuhkan panjang besi sekitar 0,60 meter setelah mempertimbangkan ukuran sloof dan kait, total panjang besinya adalah:

134 × 0,60 = 80,40 meter

Berat besi diameter 8 mm adalah 0,395 kg/m. Maka berat sengkang:

80,40 × 0,395 = 31,76 kg

Total kebutuhan besi sloof:

71,12 + 31,76 = 102,88 kg

Dengan demikian, kebutuhan besi sloof tersebut adalah sekitar 102,88 kilogram sebelum ditambahkan faktor pemborosan.

Cara Menghitung Besi Tulangan Kolom

Kolom merupakan elemen struktur vertikal yang menerima dan meneruskan beban dari bagian atas bangunan menuju fondasi. Perhitungan besi kolom mencakup tulangan utama dan sengkang.

Misalnya, terdapat 6 kolom dengan tinggi masing-masing 3,5 meter. Setiap kolom menggunakan 4 batang tulangan utama diameter 12 mm. Sengkang menggunakan besi diameter 8 mm dengan jarak 15 cm.

Tulangan utama kolom

Total panjang tulangan utama:

6 × 4 × 3,5 = 84 meter

Berat tulangan utama:

84 × 0,889 = 74,68 kg

Dalam kondisi sebenarnya, panjang tulangan perlu ditambah untuk sambungan atau penyaluran. Apabila digunakan tambahan sambungan 0,5 meter pada setiap batang, panjang satu batang tulangan menjadi 4 meter.

Total panjang setelah tambahan sambungan:

6 × 4 × 4 = 96 meter

Berat total:

96 × 0,889 = 85,34 kg

Sengkang kolom

Jumlah sengkang setiap kolom:

3,5 ÷ 0,15 = 23,33

Jumlah tersebut dibulatkan menjadi 24 buah. Untuk 6 kolom, jumlah sengkang menjadi:

24 × 6 = 144 buah

Apabila panjang satu sengkang adalah 0,60 meter, total panjang besi sengkang adalah:

144 × 0,60 = 86,40 meter

Berat sengkang:

86,40 × 0,395 = 34,13 kg

Total kebutuhan besi kolom:

85,34 + 34,13 = 119,47 kg

Cara Menghitung Besi Tulangan Pelat Lantai

Pelat lantai biasanya menggunakan tulangan yang disusun pada dua arah, yaitu arah memanjang dan arah melintang. Pada pelat tertentu, tulangan dipasang pada bagian bawah dan atas.

Misalnya, sebuah pelat lantai memiliki ukuran 4 meter × 6 meter. Besi yang digunakan berdiameter 10 mm dengan jarak pemasangan 20 cm atau 0,20 meter.

Besi arah panjang

Jumlah batang yang dipasang sejajar sisi 6 meter ditentukan berdasarkan lebar pelat 4 meter.

Jumlah batang:

4 ÷ 0,20 + 1 = 21 batang

Total panjang:

21 × 6 = 126 meter

Besi arah lebar

Jumlah batang yang dipasang sejajar sisi 4 meter ditentukan berdasarkan panjang pelat 6 meter.

Jumlah batang:

6 ÷ 0,20 + 1 = 31 batang

Total panjang:

31 × 4 = 124 meter

Total panjang seluruh tulangan:

126 + 124 = 250 meter

Berat besi diameter 10 mm:

250 × 0,617 = 154,25 kg

Jika pelat menggunakan tulangan dua lapis, kebutuhan besinya menjadi:

154,25 × 2 = 308,50 kg

Perhitungan tersebut belum memasukkan panjang penyaluran, sambungan, tulangan tambahan di sekitar tumpuan, dan sisa pemotongan.

Cara Menghitung Jumlah Batang Besi yang Harus Dibeli

Setelah total panjang diketahui, kita dapat menghitung jumlah batang besi dengan membagi total panjang kebutuhan dengan panjang standar besi.

Rumusnya:

Jumlah batang = total panjang kebutuhan ÷ panjang satu batang

Misalnya, total panjang besi yang dibutuhkan adalah 250 meter, sedangkan panjang standar satu batang adalah 12 meter.

250 ÷ 12 = 20,83 batang

Hasil tersebut dibulatkan ke atas menjadi 21 batang. Namun, pembulatan ini belum mempertimbangkan pemotongan, sambungan, dan waste. Agar lebih aman, kita dapat membeli 22 atau 23 batang setelah menyusun rencana pemotongan besi.

Menghitung Volume Fisik Besi dalam Meter Kubik

Walaupun kebutuhan besi lebih sering dihitung dalam kilogram, volume fisik besi dalam meter kubik juga dapat dihitung. Perhitungan ini menggunakan luas penampang lingkaran dikalikan panjang besi.

Rumus luas penampang besi adalah:

Luas penampang = ¼ × π × diameter²

Kemudian:

Volume besi = luas penampang × panjang

Diameter harus diubah ke satuan meter.

Sebagai contoh, besi diameter 12 mm memiliki diameter 0,012 meter dan panjang total 100 meter.

Luas penampang:

¼ × 3,14 × 0,012²
= 0,00011304 m²

Volume besi:

0,00011304 × 100 = 0,011304 m³

Jadi, volume fisik besi tersebut adalah sekitar 0,0113 meter kubik. Apabila volume ini dikalikan massa jenis baja sekitar 7.850 kg/m³, hasil beratnya akan mendekati 88,7 kilogram.

Menambahkan Faktor Waste Besi Beton

Dalam pekerjaan lapangan, kebutuhan besi hampir selalu lebih besar daripada hasil perhitungan teoritis. Hal ini terjadi karena adanya sisa pemotongan, sambungan tulangan, pembengkokan, kesalahan kerja, perubahan ukuran, dan bagian besi yang tidak dapat digunakan kembali.

Faktor waste besi umumnya berkisar antara 3% sampai 10%, tergantung bentuk struktur dan efisiensi pemotongan. Untuk pekerjaan sederhana dengan pola pemotongan yang teratur, waste 3% hingga 5% mungkin cukup. Untuk pekerjaan yang kompleks, persentasenya dapat lebih tinggi.

Misalnya, kebutuhan teoritis besi adalah 500 kg dan faktor waste yang digunakan sebesar 5%.

Waste:

500 × 5% = 25 kg

Total kebutuhan pembelian:

500 + 25 = 525 kg

Dengan demikian, jumlah besi yang sebaiknya disediakan adalah sekitar 525 kilogram.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menghitung Besi

Pertama, gunakan gambar struktur sebagai dasar perhitungan. Jangan menentukan jumlah dan diameter tulangan hanya berdasarkan perkiraan. Setiap elemen bangunan memiliki kebutuhan tulangan yang berbeda sesuai beban dan dimensi struktur.

Kedua, perhatikan panjang sambungan atau overlap. Tulangan yang tidak cukup panjang harus disambung dengan panjang tertentu agar gaya dapat diteruskan dengan baik. Panjang sambungan bergantung pada diameter besi, mutu beton, posisi tulangan, dan ketentuan teknis yang digunakan.

Ketiga, masukkan panjang kait pada sengkang. Panjang satu sengkang bukan hanya keliling bersih kolom atau balok, tetapi juga mencakup kait pada kedua ujungnya.

Keempat, perhitungkan selimut beton. Dimensi sengkang harus menyesuaikan jarak antara permukaan beton dan tulangan. Karena itu, ukuran sengkang tidak sama persis dengan ukuran luar kolom atau balok.

Kelima, susun cutting plan atau rencana pemotongan. Pemotongan yang terencana dapat mengurangi sisa besi. Potongan pendek dari satu elemen kemungkinan masih dapat digunakan untuk elemen lainnya.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Kesalahan paling umum adalah langsung menghitung jumlah batang tanpa menghitung total panjang secara rinci. Cara ini dapat menghasilkan estimasi yang kurang tepat, terutama apabila terdapat banyak ukuran potongan.

Kesalahan berikutnya adalah melupakan tulangan tambahan, seperti tulangan tumpuan, tulangan susut, tulangan pinggang, tulangan praktis, dan penguatan di sekitar bukaan. Beberapa orang juga tidak memasukkan panjang sambungan dan kait sengkang.

Kesalahan lainnya adalah menggunakan berat per meter yang tidak sesuai dengan diameter besi. Setiap diameter memiliki berat yang berbeda. Oleh sebab itu, kita harus memisahkan perhitungan berdasarkan masing-masing ukuran besi sebelum menjumlahkan berat keseluruhan.

Kesimpulan

Cara menghitung volume besi beton dilakukan dengan menentukan jenis elemen struktur, diameter besi, jumlah tulangan, panjang setiap potongan, jarak sengkang, panjang sambungan, dan faktor waste. Total panjang besi kemudian dikonversi menjadi berat menggunakan berat besi per meter.

Rumus praktis berat besi per meter adalah diameter kuadrat dibagi 162. Setelah berat total diketahui, jumlah batang yang harus dibeli dapat dihitung berdasarkan panjang standar besi, biasanya 12 meter per batang.

Perhitungan yang teliti akan membantu kita mengendalikan biaya, mengurangi sisa material, dan memastikan kebutuhan tulangan sesuai dengan gambar struktur. Namun, perhitungan kuantitas tidak dapat menggantikan analisis kekuatan struktur. Diameter, jumlah, dan susunan tulangan tetap harus mengikuti gambar kerja serta perencanaan dari tenaga teknis yang kompeten.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *